Thursday, March 21, 2013

Operasi Tameng Petir 2013, Kemunculan Hawk yang pertama dilangit Bulungan


(Operasi Tameng Petir, kemunculan pertama Hawk dilangit Bulungan)

Bulan Februari 2013 lalu memang punya arti tersendiri buat saya, sudah lama sekali saya merindukan keberadaan elang-elang angkasa yang menghias langit Bulungan seperti kedatangan satu fligh Sukhoi 27/30 beberapa tahun lalu, kemunculan 3 buah pesawat tempur dilangit Bulungan dihari itu itu mengobati rasa rindu yang membekas dalam didalam hati.

Sempat dikira pesawat musuh.

Seingat saya siang itu secara kebetulan mampir dikios kecil dipinggir jalan untuk mengisi dahaga Scoopy hitam klasik milik saya, tiba-tiba gemuruh membahana dilangit Bulungan, suasana terang tanah jelas sekali kami melihat 3 buah pesawat jet dengan camo abu-abu kebiruan ditempa cahya matahari siang melintas diatas bubungan rumah, seketika itu rasa gembira menyusup dalam hati saya, aha! Akhirnya saya bisa melepas rasa rindu melihat  pesawat-pesawat tempur tersebut, sayang karena begitu cepat melintas, tak sempat saya abadikan dalam bidikan experia yang biasa menemani saya menangkap moment-moment penting seperti itu.

Kemunculan Hawk sendiri sempat menimbulkan kekagetan, terlambatnya berita yang memunculkan operasi Tameng Petir 2013 itu sendiri, sempat menimbulkan perbincangan hangat, rupanya yang melintas, 3 dari 5 Hawk diatas langit Bulungan -pada Minggu siang 10 Februari 2013- berkomposisi Hawk 200 di depan dan dua Hawk 100 mengekor dibelakangnya pada siang nan terik, saya sendiri sempat terkecoh karena selintas jet tempur Hawk 200 yang lancip paruhnya itu terlihat ramping menyerupai F-5 Tiger dalam kilatan mata, apalagi dengan terik matahari siang itu, ekor pesawat tak terlalu ditanggap mata karena cepatnya elang-elang itu bermanuver, belum lagi dilakukan pada minggu siang dan hanya berputar-putar dari kurang lebih 1 atau 2 kali saja sebelum menghilang dari pandangan mata.

Wajar saja pencarian dimedia online tak menemukan kabar kedatangan F-5 Tiger yang datang ke Lanud Tarakan dihari itu langsung memicu kekhawatiran, jika bukan berasal dari Madiun, lalu dari mana? Apakah ada kebocoran terhadap kinerja radar di Nunukan dan Tarakan, kekhawatiran bila terjadi penyusupan pesawat musuh memang langsung merebak.

Saya sendiri kemudian mencoba mengontak beberapa kawan di Tarakan untuk mencari tau, apakah terjadi kebocoran atas kinerja radar, atau ada sesuatu yang lain tengah terjadi siang itu, syukurlah kontak di Tarakan mengatakan itu adalah jet tempur Hawk yang baru datang dari sarangnya di Supadio, Pontianak menuju Tarakan untuk misi penjagaan perbatasan dalam operasi Temeng Petir dibulan kedua kelender masehi itu. 

Rasa aman dan tenang membekas seketika, artinya perbatasan masih aman, kinerja radar terpantau dan tentu saja kemunculan Hawk menambah kebanggaan tersendiri penduduk diperbatasan Kalimantan Utara dan Sabah ini, barulah esok kami bisa membaca dengan terang dan jelas berita Kedatangan elang-elang katulistiwa itu melalui media cetak lokal.     

Operasi Tameng Petir, Hawk full Armament.

Yang istimewa dalam operasi perbatasan di bulan dua almanak tahun 2013 tersebut, misi pertahanan udara ini menjadi yang pertama digelar tahun ini aktif dilaksanakan, tak seperti operasi yang dilakukan oleh satu fligh Sukhoi beberapa tahun lalu, kali ini jet tempur yang digunakan lebih banyak dan full armament. Live ammo berjejer penuh, diikuti 2 unit rudal AIM-9 P4 Sidewinder dan 2 unit rudal Maverick AGM-65G tersusun rapi dibadan pesawat.

Dari jumlah keseluruhan petugas yang dilibatkan dalam opersi yang resmi dibuka pada Senin 11 Februari 2013 tersebut, tak kurang 65 personil Skadron Udara 1 dan Brigan Polisi Militer ikut terlibat dalam operasi pertahanan udara yang di pimpin langsung oleh Komandan Skadron Udara 1 Letkol Pnb Radar Suharsono. 

Adapun penunggang yang sedia selalu dikokpit pesawat adalah Lettu Pnb Habibie di TT 0234, Letkol Pnb Radar Suharsono dan Lettu Pnb Ari Nugroho Widodo di atas TL 0112, Kapten Pnb M. Syaifuddin yang menunggangi TT 0231, dan Mayor Pnb Agung yang mengawaki TT 0223, serta Lettu Pnb Andreas yang stan by di TT 0221.

Tak tanggung-tanggung untuk rombongan ground crew dan peralatan pendukung latihan dianggkut oleh pesawat Herkules A-1321 dari Skadron Udara 31 Lanud Halim Perdana Kusuma yang dipiloti oleh Mayor Pnb Beny.

Operasi pertahanan udara kali ini memang cukup istimewa, mengapa tidak? feling TNI AU rupanya tak meleset, bahwa kemungkinan terjadi sesuatu yang tak dinginkan diujung semenanjung Kalimantan itu memang benar adanya, tak lama setelah tameng petir di gelar, Sabah akhirnya pecah membara dilanda konflik pada bulan tiga almanak tahun masehi, ini membuktikan bahwa hal-hal yang diremehkan mungkin saja tak pernah terpikirkan oleh jiran disebelah bisa saja terjadi, namun yang lebih penting kesiapsiagaan dalam operasi tameng petir ini membuktikan bahwa TNI AU patut dibanggakan menjadi garda terdepan pertahanan bangsa bersama keseluruhan kompenan pertahanan negara. (zee)
    

No comments:

Post a Comment